Atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo sukses Raih 11 Medali Kejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup.

0

Atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo sukses Raih 11 Medali
Reporter : NanangKejuaraan Taekwondo KBPP Polri Jatim Cup.

Reportet : Nanang

SURABAYA (OPTIMIS) –     Atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo sukses meraih sebanyak 11 medali dalam Kejuaraan Taekwondo Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri Jatim Cup di GOR CLS Kertajaya Indah Timur Surabaya pada Jum’at hingga Minggu (5-7/5/2023).

Ke-11 medali ini terdiri dari 5 medali emas, 5 medali perak dan 1 medali perunggu. Medali emas diraih oleh Suci Sukmawati kelas Under 46 Senior Putri, Farah Albhi Revina Sikumbang kelas Under 49 Senior Putri, Julia Putri Ayu Maya Sari kelas Under 63 Junior Putri, M. Dimas Rifan kelas Poomsae Festival Putra dan M. Ramadhani kelas Kyorugi Festival Putra.

Selanjutnya medali perak dipersembahkan oleh Ridandi Dwi Zeno Sahputro kelas Under 63 Senior Putra, Ridandi Dwi Zeno Sahputro kelas Kyorugi Festival Putra , M. Dimas Rifan kelas Under 55 Junior Putra, Aline Gera Savana kelas Under 46 Junior Putrid an Yhoga Aditya Permana kelas Under 80 Senior Putra. Serta medali perunggu diraih oleh Fariz Choirul Nur Alviansyah Sikumbang kelas Under 54 Senior Putra.

Ketua Pengkab Taekwondo Indonesia (TI) Probolinggo Puja Kurniawan mengatakan kejuaraan ini merupakan event kejuaraan pertama setelah bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1444 H. Hal ini sebagai ajang pemanasan dan try out bagi atlit proyeksi Porprov Jatim 2023 yang dalam kejuaraan ini mengikutsertakan 11 atlit.

“Tujuan dari keikutsertaan kami adalah untuk mengukur sejauh mana kompetensi atlit untuk di evaluasi secara bersama-sama, memantapkan kekurangan-kekurangan teknik dan fisik atlit taekwondo Kabupaten Probolinggo untuk lebih tampil prima dan lebih baik serta sebagai ajang silaturrahim antar sesama atlit taekwondo se-Provinsi Jawa Timur dalam momentum bulan Syawal 1444 H,” katanya.

Melalui kejuaraan ini Puja mengharapkan nantinya dapat meningkatkan kompetensi/kemampuan atlit dari segi materi, teknik dan fisik serta dapat lebih mengenal gaya dan kemampuan serta kelemahan atlit lawan dalam bertanding.

“Selain itu, untuk lebih semangat lagi dalam berlatih, baik berlatih di tempat latihan (dojang) maupun di rumah masing-masing setelah mengukur atau mengevaluasi kekurangan setelah mengikuti kejuaraan. Serta pelatih dan asisten pelatih dapat mengevaluasi serta memberikan menu-menu latihan tambahan lagi untuk kematangan atlit dalam bertanding pada kejuaraan selanjutnya,” pungkasnya. (Nn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *