Pesse” Kelurahan Jati, Gerakkan Ekonomi UKM dengan Tampilan Seni Budaya

0

Pesse” Kelurahan Jati, Gerakkan Ekonomi UKM dengan Tampilan Seni Budaya

Reporter : Nana.

PROBOLINGGO(OPTIMIS)- Kemeriahan memenuhi lapangan RW 02 pada Minggu (25/6) mulai sore hingga malam. Satu demi satu tampilan seni mengisi panggung menyajikan hiburan bagi warga Kelurahan Jati dan sekitarnya. Gendang yang ditabuh berpadu secara harmonis dengan alunan alat musik modern itu hanya berhenti saat adzan berkumandang.

Begitu semburat senja hilang, bukannya surut, kemeriahan semakin bertambah. Terlebih ketika warga mengetahui Wali Kota Probolinggo hadir dalam acara “Pesse” ini.Habib Hadi Zainal Abidin hadir bersama Camat Mayangan dan lurah se-Kecamatan Mayangan, perwakilan Koramil Kanigaran dan perwakilan Polsek Mayangan.

Gelak tawa dan kemeriahan semakin bertambah saat sejumlah 61 orang dari Ketua RT/ RW se-Kelurahan Jati berlenggak-lenggok menampilkan peragaan busana bertema “Fashion Show Islami”. “Ini adalah bentuk kekompakan dan kebersamaan warga. Jangan mudah dipecah-belah oleh apapun. Kita akan fasilitasi kegiatan semacam ini, seperti di Semipro, Cokro Fair hingga HadiPro. Termasuk pawai budaya,” urainya yang disambut tepuk tangan meriah oleh warga yang hadir.

Pesse Jati tak hanya menyajikan pertunjukan seni saja, namun juga upaya untuk menggerakkan perekonomian. Sejumlah 54 UMKM menggelar produknya, mulai makanan, minuman, batik, handycraft dan produk daur ulang.

Ditemui sebelum acara, Lurah Jati, Dedy Ristantama mengatakan pihaknya berkolaborasi dengan Kelompok Masyarakat Mudamudi Sejati. “Mulai jam 3 sore ditampilkan lima seni hadrah. Diantaranya, Hadrah Nurul Yaqin, Hadrah Annisa, Hadrah Qurrota A’yun, Hadrah Thoriqul Jannah dan Hadrah El Wafiqoh. Setelah itu baru kemudian dilanjutkan dengan tanpilan lain, jelasnya.

Posyandu Remaja menampilkan Tari Saman, Dance Aiya Susanti, Tari Sekar Arum hingga Pencak Silat Pagar Nusa.

“Sesuai dengan namanya, kami juga menampilkan Tari Duk Duk Der dengan iringan musik dug dug modern Cokro Budoyo. Mereka ini yang menciptakan lagu “Pesse Jati”,” jelas Dedy.

Puncak acara diisi dengan ludruk Panji Laras dan acara ditutup dengan lagu Ning Arum. (HMS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *