Momen Salma Sapa Fan Saat Audiensi Wali Kota Bersama Pemuda Berprestasi

0

Momen Salma Sapa Fan Saat Audiensi Wali Kota Bersama Pemuda Berprestasi

Reporter Nanang.

PROBOLINGGO(OPTIMIS) —
Usai kompetisi dan menjadi juara Indonesian Idol XII, Salma Salsabil Alliyah kembali ke kampung halamannya sejenak untuk melepas rindu sekaligus menyapa para pendukungnya dalam kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kota Probolinggo dengan tajuk audiensi Wali Kota Probolinggo bersama pemuda berprestasi Kota Probolinggo, Sabtu (10/6) malam di Rumah Dinas Wali Kota Probolinggo.

Tidak hanya sekedar menyapa, audiensi ini digelar sebagai bentuk apresiasi atas dukungan para ASN dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo yang secara konsisten memberikan vote selama kompetisi Indonesian Idol berlangsung. Di bawah komando Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin, para ASN dan Non ASN kompak memberikan vote hingga berhasil mengantar Salma sebagai pemenang Indonesian Idol XII.

“Para ASN dan Non ASN setiap hari saya pantau sendiri untuk vote-nya. Alhamdulillah mereka semua telah terlatih. Karena di tahun 2022 lalu kita berhasil masuk di ajang We Love City Probolinggo sebagai global winner. Kekompakan para ASN dan Non ASN tidak diragukan lagi,” terang wali kota.

Habib Hadi mengungkapkan peran kepala perangkat daerah sangatlah besar dalam mengontrol vote yang dilakukan para ASN dan Non ASN. “Para kepala PD sangat luar biasa mengontrol ASN dan Non ASN di instansinya. Memantau vote setiap hari hingga di puncak akhir, alhamdulillah semua yang diupayakan dan diharapkan sudah terwujud. Juga ada kekompakan dari SalMine juga,” ungkapnya.Habib Hadi berharap SalMine (fanbase Salma) terus mampu memberikan masukan-masukan yang positif demi kemajuan dan kesuksesan ke depan dan menjadi contoh bagi kawula muda untuk berprestasi dan berkarir tanpa ada batasan. Salma mampu sampai di posisi puncak saat ini bukan secara instan tetapi melalui proses. Dan dari proses menuju kesuksesan.

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Probolinggo mengucapkan selamat dan terus melakukan yang terbaik. Jangan berubah, jangan sampai sudah juara melupakan semuanya. Tentunya kebersamaan ini sangat penting untuk melanjutkan karir ke depan agar lebih cemerlang. Dan saya berdoa semoga tantangan dan rintangan yang ada dapat dilalui dengan sabar. Mudah-mudahan terus bisa menjadi kebanggaan warga Kota Probolinggo,” pesannya.

Sementara itu, Ekky Puspitasari ASN pada BKPSDM Kota Probolinggo mengaku memberikan dukungan vote setiap hari untuk Salma. “Setiap hari nge-vote sudah seperti mium obat, 3 kali sehari. Dan itu harus dibuktikan dengan screen shot hasil vote yang dikirim melalui grup kantor. Bahkan di tempat kami juga ada tim pantaunya,”bebernya.

Mengetahui hal ini, Salma tidak menyangka dukungan yang diberikan ASN dan Non ASN di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo sangat luar biasa. “Saya berterima kasih banyak kepada Bapak Wali Kota dan ibu, ASN dan Non ASN. Jujur tidak menyangka sedetil itu dalam memberikan dukungan,” ujarnya.

Salma juga menceritakan bagaimana sulitnya berkompetisi di ajang Indonesian Idol yang penuh dengan tantangan. Ia juga berpesan agar para generasi muda sepertinya mampu mewujudkan impian yang dimiliki, tanpa takut dengan sebuah kegagalan.

“Untuk teman-teman, jika memiliki mimpi jangan takut untuk mewujudkannya. Semua proses yang dilalui pasti akan bertemu dengan kegagalan, tetapi ini yang membuat kuat menuju kesuksesan. Apapun yang ingin kalian capai nikmati rasa sakit dan sedihnya, karena pasti akan dapat manisnya. Semoga Kota Probolinggo bisa melahirkan bakat-bakat yang terbaik dan kita berjuang bareng,” tutupnya.

Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah se Kota Probolinggo, SalMine Probolinggo dan SalMine Surabaya. (HMS)

Ponpes Zaha Genggong Gelar Malam Puncak Lailatul Qiro’ah Probolinggo(Optimis.com.id)– Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan (Zaha) Genggong Kecamatan Pajarakan Kabupaten Probolinggo menggelar malam puncak Lailatul Qiro’ah dalam rangka memperingati haul almarhumah Al-Arifah Billah Nyai Hj. Imami Hafshawaty pada Minggu (9/3/2025) malam. Lailatul Qiro’ah yang diikuti oleh ribuan umat muslimin dan muslimat ini dimeriahkan oleh penampilan qori’ terbaik internasional Ustadz H. Abdullah Fikri dari Jawa Barat, qori’ terbaik Jawa Timur Ustadz Mahfud Abdul Aziz dari Lumajang dan qori’ah terbaik Jawa Timur Ustadzah Lailatul Mubarokah dari Gresik. Selain itu, acara ini juga menghadirkan penceramah KH. Imam Hambali dari Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris bersama Forkopimda, Pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Probolinggo, Ketua Umum MUI Jawa Timur dan Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong beserta keluarga besar Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, sejumlah alim ulama serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo. Malam puncak Lailatul Qiro’ah ini juga digelar Gerakan Ngaji untuk Sang Guru. Kegiatan ini meliputi khataman Al-Qur’an sebanyak 90 kali, pembacaan Sholawat Nabi Muhammad SAW sebanyak 914.482 kali dan pembacaan Surat Al-Ikhlas sebanyak 3.560.620 kali. Kegiatan ini diawali dengan penampilan pemenang Festival Musik Pengantar Sahur (MPS) tahun 2025. Untuk kategori umum oleh Al Metro Klenang Banyuanyar dan kategori pelajar oleh SMP Imamul Hasan Tegalwatu Kecamatan Tiris. Penampilan mereka menambah semarak acara dan menunjukkan kreativitas generasi muda dalam mengemas pesan-pesan religi melalui musik. Dalam kesempatan ini dilakukan penyerahan piagam kepada santri takhassus dan hadiah kepada para pemenang Festival MPS 2025. Selain itu, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah memberikan cinderamata kepada beberapa tokoh penting. Dalam sambutannya, Bupati Probolinggo Gus dr. Mohammad Haris (Gus Haris) mengatakan pentingnya memaknai Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai tuntunan hidup. Oleh karena itu para santri dan masyarakat diajak untuk memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an agar dapat menjadi pedoman dalam mencapai keselamatan dunia dan akhirat. “Sangat penting untuk menanamkan pendidikan agama dalam rangka membentuk akhlak generasi muda. Pemerintah daerah berkomitmen dalam mendukung madrasah diniyah serta guru ngaji,” katanya. Gus Haris juga menekankan bahwa kemampuan membaca dan menulis Al-Qur’an harus dimiliki oleh setiap siswa muslim tanpa terkecuali. Hal ini akan menjadi salah satu persyaratan dalam urusan pendidikan di Kabupaten Probolinggo. “Saya berharap dengan adanya perhatian khusus terhadap pendidikan agama, akhlak generasi muda dapat terbentuk dengan baik, sehingga mampu menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks,” terangnya. Lebih lanjut Gus Haris mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Kabupaten Probolinggo menjadi salah satu kabupaten terbaik di Jawa Timur. “Oleh karena itu pentingnya kerja sama antara ulama, pemerintah dan masyarakat dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Dengan potensi alam dan masyarakat yang dimiliki Kabupaten Probolinggo kita optimis Kabupaten Probolinggo dapat mencapai kemajuan yang signifikan,” tegasnya. Dalam kesempatan tersebut, Gus Haris juga menceritakan kisah hidup dari almarhumah Al-Arifah Billah Nyai Hj. Imami Hafshawaty yang dikenal sangat sabar sekali sehingga bisa menjadi contoh dalam kehidupan baik dalam keluarga maupun bermasyarakat. (Nnk)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *